wWEelLComMm

Ketika Siang dan Malam Menjadi Puisi


Kutengadahkan diri memahami cahaya dan kegagalan
Seperti pendoa dan pendosa menghadap ke timurMu
Langit dan waktu tiada sungkan menggugah
ragaku yang menggelepar diantara ikan-ikan zaman
Siap kelautmu sebelum hidup semakin asin karena kenyataan adalah rasa yang tawar hari ini
Lika-liku rindu dan angin telah menghukum perasaanku!
Berjalan di negeri terang bagai serigala ketakutan;
Berjalan di negeri gelap mataku menyala bagai kucing
Penuh cinta. Mawas pada tiap lentera khianat dan kilatan nasib
Ketika siang dan malam menjadi puisi,
Aku adalah penyair yang tak lelah mencarimu
Di selubung rahasia
Ada tasbih semesta dan suara doa
Dari kedalaman jiwaku yang pedih
Menikmati deru
Mendengar irama nafasmu
Mengejar khayalanku
Yang padahal termaktub di batu-batu
Ketika siang dan malam menjadi puisi,
Aku tersungkur dalam kesunyian yang remuk
Menanam bintang di batin; memadukan niat
Matahari dan bulan yang teguh

0 komentar:



Posting Komentar